Setting koneksi GPS Nokia e75 ke backtrack Linux

Refensi dapat di lihat di

http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2Fwww.simplehelp.net%2F2008%2F10%2F22%2Fhow-to-share-the-gps-in-your-n95-with-your-laptop-via-bluetooth-in-linux%2F&sa=D&usg=AFQjCNGhVFDGV3Ch11JDPV483LsR90S3-Q

hee not bad ..

e75 sama e95 sepertinya sama saja system operasinya.

yang saya agak rubah ialah setting GPS

Positioning.. –> bluetooth off, Assisted GPS on, Integrated GPS on, Network GPS off (ini bikin masalah aja… begitu network di matikan, semua langsung lancar)

Program extGPS nya sih asik.. cuma saya coba oprek2 menggunakan gps2blue untuk di GPS asli saya super spring (murah meriah).. namun masih belum berhasil.

nanti kalo udah bisa saya tulis lagi.. ato mungkin ada yang sudah pernah berhasil?

ini hasil wardrivenya

Memancing Signal - Wardriving

Senen malem, Ini merupakan kegiatan baru, mancing signal di sekitar rumah, belajar dari mengoprek Handphone, PC, Wifi Card, dan antena, akhirnya mencoba mencari tahu berapa signal yang bisa di tangkap dengan jalan-jalan sebentar di luar kompleks rumah.

Kalau di luar istilah ini di sebut wardriving.

ternyata dari jalan-jalan setengah jam (lamaan ngopreknya supaya semua berfungsi dengan normal) Ternyata hasil yang di dapat lumayan banyak.. sekitar 1000 an jaringan.

kalau lihat petanya lumayan rame deh titik-titiknya.

Program yg di pakai adalah kismet (backtrack release R2), GPS melalui handphone nokia e75 (via bluetooth)

klik di sini untuk melihat cara settingnya.

ini hasil wardrive kismet di convert dengan utility netxml2kml.py (dapat di sini)

wifi1

wifi3

wifi4

WPA vs WEP + None encrypted = 50 : 50!!

kelihatannya areal perumahan masih banyak yang mempergunakan WEP, moga-moga mereka masih menerapkan layer ke 2 dari security, karena WEP mudah sekali di crack. Coba lihat besok-besok mancing di sektor pemerintahan dan bisnis.

Mikrotik - create a simple router



Setting mikrotik - menjadi router sederhana

Tank Tread – Jalan lebih lancar

Mau mobil remote control berjalan lebih lancar di permukaan yang tidak rata? berikan rantai tank.

Ini ada url yang suka saya pelajari.

http://www.rctankcombat.com/articles/track-systems/

Docking robot

Beberapa hari yang lalu saya teringat soal web yang membahas docking, ini ternyata ketemu lagi.

lumayan buat memperhatikan implementasi.

http://www.schursastrophotography.com/robotics/dockinglogic.html

Arduino interface ke CMPS03 Davantech

Terima kasih, arduino telah memfasilitasi I2c, pull-up di pin SCA/SCL 4.7
kohm sehingga tidak perlu lagi resistor tersebut.
Pin yang di gunakan arduino untuk I2c ialah pin4 dan pin 5
pin 4 – SDA
pin 5 – SCL
tinggal masukan power dan ground maka cmps03 langsung berfungsi.
Kode ini bisa jalan dengan mulus.
 
#include <Wire.h>

/*
CMPS03 compass reader
language: Wiring/Arduino

Reads data from a Devantech CMP03 compass sensor.

Sensor connections:
SDA - Analog pin 4
SCL - Analog pin 5

created 5 Mar. 2007
by Tom Igoe

*/

// include Wire library to read and write I2C commands:

// the commands needed for the SRF sensors:
#define sensorAddress 0x60
// this is the memory register in the sensor that contains the result:
#define resultRegister 0x02

void setup()
{
// start the I2C bus
Wire.begin();
// open the serial port:
Serial.begin(9600);
}

void loop()
{

// send the command to read the result in inches:
setRegister(sensorAddress, resultRegister);
// read the result:
int bearing = readData(sensorAddress, 2);
// print it:
Serial.print("bearing: ");
Serial.print(bearing/10);
Serial.println(" degrees");
// wait before next reading:
delay(70);
}

/*
setRegister() tells the SRF sensor to change the address pointer position
*/
void setRegister(int address, int thisRegister) {
// start I2C transmission:
Wire.beginTransmission(address);
// send address to read from:
Wire.send(thisRegister);
// end I2C transmission:
Wire.endTransmission();
}
/*
readData() returns a result from the SRF sensor
*/

int readData(int address, int numBytes) {
int result = 0; // the result is two bytes long

// send I2C request for data:
Wire.requestFrom(address, numBytes);
// wait for two bytes to return:
while (Wire.available() < 2 ) {
// wait for result
}
// read the two bytes, and combine them into one int:
result = Wire.receive() * 256;
result = result + Wire.receive();
// return the result:
return result;
}

QR Code akan menggantikan barcode?

creativeBarcodes[3]

di posting lain, saya pernah cerita tentang innovasi design yang popular, hal yang biasa saja di coba di kemas dalam bentuk yang lebih menarik. Barcode adalah kebutuhan dari produsen dan bisnis, keperluannya ialah untuk memudahkan proses inventarisasi.

Garis-garis yang tercetak dapat di terjemahkan menjadi format angka. Setiap grup angka  melambangkan kode dari sebuah barang. Anda pasti sering lihat proses ini di kebanyakan kasir supermarket.

Desain diatas merupakan modifikasian dari barcode yang standard, di buat lebih menarik.

QR Code merupakan alternatif terbaru dalam menampilkan sebuah data. Data yang di masukkan lebih flexibel, artinya text dan symbol juga bisa masuk. Banyak perusahaan besar mulai mencoba mengimplementasikannya dalam bisnis.

qrcode-1
Anda harus mempunyai blackberry untuk membaca kode gambar diatas :)

Enggak juga… :) handphone yang bisa menjalankan QR-reader pasti bisa juga membacanya. Yang jelas harus HP yang mempunyai kamera dan bisa menjalankan aplikasi tambahan.

Mungkin dalam beberapa tahun mendatang bisa di implementasikan perbedaan warna, dan mungkin STEGANOS!

Lihatlah contoh-contoh di bawah ini mungkin nanti bisa terinspirasi.

QRcode-sample465

Lihat juga http://2d-code.co.uk/ karena mereka juga mengembangkan teknologi ini.

Review Super Spring GPS.

GPS-2Gadget yang menarik saya di tahun ini adalah GPS, sistem  elektronik untuk navigasi.
Ini di sebabkan karena saya punya hoby travelling.
Jalan-jalan ke luar kota sangat menyenangkan kalau nggak ada target yang di kejar.
Membaca peta punya seni tersendiri untuk mengaplikasikannya. Terutama kalau kita ada di dalam mobil.
Alat ini sangat membantu kita menentukan posisi kita sekarang.
Pada pameran Indocomtech 2009 saya menemukan toko yang menjual GPS Super Spring ini.


GPS-1 Ini adalah GPS 'made in china' waktu penutupan saya dapatkan dgn harga 1.1 juta. Nggak terlampau murah.. tapi juga gak mahal di banding GPS yang ber'merek'.


Setelah mengoprek2 ternyata base dari GPS ini adalah WinCE, jadi membuat saya lebih bersemangat untuk memodif produk ini lebih ke keperluan saya.


GPS ini di bundling dengan software GPS IGO AMIGO, yang menurut saya sangat user friendly buat orang yang non technical.

GPS-3 Apa maksud saya? Software ini gampang banget di operasikannya. Menunya jelas, mencari Point of Interest itu jg gampang. Dan asiknya softwarenya sudah di bundle dengan 'bahasa Indonesia'. Jadi penuntun arahnya akan mengatakan.. 'belok kiri dalam 200 meter', 'belok kanan' dsb.

Belum lama juga saya menemukan web http://www.navigasi.net. Ini website yang sangat bagus untuk mempromosikan kekayaan parawisata Indonesia. Nggak rugi punya GPS trus bergabung dengan komunitas ini.

Web inilah yang menolong saya untuk mendapatkan gambaran yang jelas terhadap bermacam-macam merek GPS yang beredar di pasaran.

Di Navigasi.net ada peta yang di kompilasi oleh rekan-rekan yang sangat baik. Bisa di download secara gratis namun harus menggunakan software yang berbasis Garmin.

Sedikit Hack dari engko yang jual GPS, dia kopikan saya software Garmin XT. Tinggal copy ke SD card yang sudah dalam Packetnya dan ganti Launch programnya ke folder Garmin.

Langsung Jalan. (ini illegal kalau kopian tanpa lisensi)

Saya sudah berhasil juga ganti launcher awalnya dengan Pocket Mio 3.3 tapi saya tidak suka performancenya. Dengan aplikasi Pocket Mio.

GPS ini bisa terlihat seperti PDA. Keren banget.
Dan ada banyak aplikasi tambahan yang sebenarnya berguna.
Default dari GPS ini sudah build in.

MP3 Player.
Picture Viewer
Video In.
Player Video
Ada Games!!

Boleh juga di pertimbangkan untuk penunjuk arah anda.

Web shopping cart – berapa step ya?

Buy Online Bar - Website Shopping Cart Pada umumnya, pengguna internet di Indonesia termasuk banyak yang Gatek (gagap teknologi), belanja pake konsep shopping cart adalah sesuatu yang rumit buat mereka. Banyak para marketer internet menggunakan system Opt-in untuk webpage mereka.

Shopping cart harus di kemas se-simple mungkin, salah satu pemikiran saya, harus 1 step checkout process. Namun belajar sana sini tentang optimize website. Pendapat Ryan deiss agak berbeda tapi asik juga. Dia bikin 2 step.

Stepnya.

1. ambil nama dan email.
2. satu step untuk sisanya (alamat pengiriman, alamat bill, dll.+ konfirmasi)

Kadang pembeli berubah pikiran di bagian terakhir (kalau sudah di tambah ongkos kirim). Nah setidaknya disini kita sudah punya alamat email dan nama. (Untuk follow up)

Di sini kayaknya sistem belanja via chat (yahoo) atau via email masih yang lebih mudah di gunakan.

Pokoknya buatlah sesederhana mungkin untuk pengunjung, agar merasa nyaman dalam berbelanja secara online.

 

Wassalam,
Irza Pulungan

Jualan di web - Simplicity

Sudah setahun web GN ini berdiri, dan cukup menarik banyak pengunjung. Sekarang saatnya upgrade!, saya teringat ucapan beberapa pakar internet marketing… “kamu mau buat web yang indah atau yang bisa menjual?”

2 hal yang berbeda!…

Kehebatan internet adalah aksesibilitas, setiap orang bisa mengunjungi. Tapi di situ juga kelemahannya.. masing-masing orang yang datang punya persepsi yang berbeda-beda tentang bagaimana menggunakan interface dari web yang di kunjungi.

Para internet marketer sepakat untuk membuang seluruh hal-hal yang tidak di perlukan dalam proses jual-beli, semua harus di ringkas menjadi 4 langkah dasar.

OPT-in  -> Sales Letter –> Order page –> Thank You page.

Opt-in adalah bagian daripada pengunjung datang. Biasanya mereka hanya memasukkan email address dan nama lengkapnya.

Bagian ini juga harus ringkas. dari 3 field (First Name, Last Name, email) di potong menjadi 2 (Nama lengkap, email)

Sales letter, rumus umumnya adalah:
makin panjang makin baik! (perhatikan psychology trigger di setiap bagian), kita tidak tahu bagian yg mana yang cocok dengan situasi pembaca. Jangan lupa memasukkan unsur ‘CALL TO ACTION’, para internet marketer paham betul apa artinya.

makin panjang bukan berarti harus ngecap.. yang enggak betul ikut di tulis. Sebaiknya rumus simple tetap di pergunakan, jangan gunakan paragraf yang panjang.

Nah call to action harus ada yang bisa di gunakan (klik) oleh pengunjung.

Menyuruh orangnya untuk bertindak. misalnya: BELI SEKARANG, KLIK DISINI, bla bla..

Jadi panduan umum sales letter adalah menerangkan sekaligus menyuruh bertindak dan akhirnya masuk ke bagian order page. Pada halaman ini semua hal-hal yang bersifat mengalihkan pandangan ke tempat lain seharusnya di hilangkan. Grafik / image kalau tidak mendukung proses penjualan… buang!

disinilah yang membedakan antara web indah dengan jualan. Seluruh elemen design harus menunjang, kalau tidak berarti salah designernya! bukan salah pengunjung kalo makin bingung.

Order page – pengguna harus bisa di edit dan di sesuaikan dengan kebutuhan, setelah berpengalaman menggunakan cms-cms yang ada. proses order page yang cocok dengan saya belum ada. biasanya harus menggunakan 2 s/d 4 step, memodifikasi cms belum ada waktu. Order page harus 1 step!!.. ini konsep yang harus di pegang. Gunakan teknologi yang mulai berkembang.. web 2.0 / ajax. Jangan ganti2 formnya, nanti pengunjung bingung.

Thank you page – Biasanya berisikan kata-kata terima kasih kepada pengunjung, setelah proses order bisa di manfaatkan untuk menawarkan referal ke tempat lain ataupun sales lain.

Sekarang saatnya coding dari awal, menyusun kembali konten dan memperbaiki interface. semoga bermanfaat.

Wassalam.
Irza Pulungan